JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(HAN), mengajak seluruh umat Hindu di Indonesia untuk menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, dan turut menciptakan suasana nasional yang aman serta kondusif di tengah berbagai dinamika yang berkembang belakangan ini.
Ajakan tersebut disampaikan Nyoman Cantiasa melalui imbauan tertulis tertanggal 5 November 2026 yang mengusung tema “Bersatu dalam Dharma, Teguh Menjaga Indonesia”.
Dalam imbauannya, Nyoman Cantiasa menyoroti sejumlah perkembangan nasional, mulai dari aspirasi masyarakat yang mengemuka di berbagai daerah, proses hukum yang menjadi perhatian publik, hingga tantangan ekonomi yang turut dirasakan banyak keluarga.
Menurutnya, berbagai dinamika tersebut merupakan bagian dari perjalanan bangsa yang harus disikapi dengan kedewasaan, ketenangan, dan tanggung jawab bersama.
Ia mengingatkan bahwa pengabdian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa juga harus diwujudkan melalui pengabdian kepada bangsa dan negara, sejalan dengan prinsip Dharma Agama dan Dharma Negara.
Nyoman Cantiasa juga mengajak umat Hindu memberikan dukungan kepada pemerintah dalam menjalankan tugas menjaga stabilitas, menegakkan hukum, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui doa, kerja nyata, serta ketaatan terhadap hukum.
Jangan Terprovokasi, Persatuan Bangsa Harus Dijaga
Nyoman Cantiasa menegaskan pentingnya menjaga persatuan sebagai tanggung jawab seluruh anak bangsa. Ia mengingatkan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan warisan luhur yang harus terus dipertahankan.
Menurutnya, perbedaan pandangan maupun aspirasi tidak boleh menjadi alasan untuk merenggangkan persaudaraan dan menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak umat Hindu agar tetap tenang menghadapi berbagai situasi, tidak mudah terpancing provokasi, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan keributan.
Nyoman Cantiasa mengingatkan bahwa ajaran Tat Twam Asi dan Ahimsa mengandung nilai persaudaraan dan prinsip tanpa kekerasan, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan.
Aspirasi Tetap Disampaikan, Proses Hukum Harus Dihormati
Terkait dinamika politik dan hukum nasional, Nyoman Cantiasa mengingatkan bahwa masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan harapan, masukan, dan aspirasi demi kemajuan bangsa.
Namun, ia berharap aspirasi tersebut disampaikan secara santun, tertib, dan melalui saluran yang sah agar dapat didengar serta memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.
Ia juga mengajak umat menghormati proses hukum dan mempercayakan penanganan setiap perkara kepada aparat penegak hukum.
Menurutnya, masyarakat perlu menghindari prasangka dan penghakiman terhadap suatu perkara sebelum proses hukum menghasilkan kejelasan.
Dalam imbauannya, Nyoman Cantiasa mengangkat nilai Satyam Eva Jayate, yang bermakna kebenaran akan menemukan jalannya.
Ingatkan Umat Bijak Bermedia Sosial
Di tengah derasnya arus informasi digital, Nyoman Cantiasa turut mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak.
Ia mengajak umat untuk menyaring informasi sebelum membagikannya serta tidak ikut menyebarkan berita bohong, fitnah, maupun ujaran kebencian yang dapat memperkeruh suasana.
Menurutnya, nilai Tri Kaya Parisudha perlu dijadikan pedoman dalam berkomunikasi, termasuk di ruang digital, dengan menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Selain itu, ia mengajak umat memperkuat semangat gotong royong melalui banjar, desa adat, dan komunitas umat di berbagai daerah.
Nyoman Cantiasa juga menekankan pentingnya membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan serta terus merawat kerukunan dengan saudara lintas agama di lingkungan masing-masing.
Ajak Umat Hindu Berdoa untuk Indonesia
Sebagai bagian dari imbauannya, Nyoman Cantiasa mengajak seluruh umat Hindu melaksanakan doa bersama di tempat ibadah masing-masing.
Doa tersebut ditujukan untuk memohon kedamaian Indonesia sekaligus kebijaksanaan, kekuatan, dan kesehatan bagi Presiden Republik Indonesia beserta seluruh jajaran pemerintah dalam menjalankan amanah rakyat.
Ia berharap umat Hindu dapat mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan dan menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan bangsa.
Menutup imbauannya, Nyoman Cantiasa mengingatkan filosofi Vasudhaiva Kutumbakam, yang bermakna bahwa seluruh dunia adalah satu keluarga.
Pesan tersebut diperkuat dengan doa Om Sarve Bhavantu Sukhinah, yang mengandung harapan agar seluruh makhluk berbahagia.
Melalui pesan tersebut, Nyoman Cantiasa mengajak umat Hindu untuk hadir sebagai penyejuk di tengah suasana, perekat di tengah perbedaan, dan teladan kedamaian bagi bangsa.






