Dari Sepeda Listrik Hingga Bullying, Pesan Kapolsek Indramayu Kepada Pelajar SD

INDRAMAYU – Sekolah bukan hanya tempat anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung. Di lingkungan pendidikan, mereka juga perlu dibekali pengetahuan tentang keselamatan, keberanian melindungi diri, serta pentingnya menghormati sesama.

Pesan tersebut disampaikan Kapolsek Indramayu Polres Indramayu Polda Jawa Barat, AKP Indrie Hapsari, S.H., M.H., saat menjadi pembina upacara bendera di SDN 2 Karanganyar, Jalan Tridaya Timur, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Senin (26/10/2026).

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK), Kapolsek hadir memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai keselamatan berkendara, pencegahan perundungan (bullying), hingga cara melindungi diri dari tindakan orang lain yang berpotensi membahayakan.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut turut diikuti Kanit Binmas Polsek Indramayu Aipda Anton Heryana dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Karanganyar Aipda Muhaemin.

Dalam amanatnya, AKP Indrie Hapsari mengingatkan para pelajar agar tidak sembarangan menggunakan sepeda listrik, terutama di jalan raya yang dilalui kendaraan bermotor.

Ia menjelaskan, penggunaan sepeda listrik memiliki ketentuan keselamatan yang harus dipatuhi, termasuk pembatasan lokasi penggunaan, kewajiban memakai helm, serta pendampingan orang dewasa bagi pengguna berusia 12 hingga 15 tahun.

Edukasi tersebut diberikan agar anak-anak memahami risiko berkendara dan tidak menggunakan sepeda listrik di lokasi yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

Selain keselamatan lalu lintas, Kapolsek memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Perundungan tidak hanya berupa tindakan fisik, seperti memukul atau mendorong, tetapi juga dapat terjadi melalui perkataan yang merendahkan, ejekan, hingga pengucilan terhadap teman.

AKP Indrie mengajak para pelajar untuk saling menghormati, tidak mengejek kekurangan orang lain, dan membangun persahabatan yang sehat.

Anak-anak juga diingatkan agar tidak diam apabila melihat temannya mengalami perundungan. Mereka didorong untuk mencari bantuan guru atau orang dewasa yang dipercaya.

Hal penting lainnya yang disampaikan Kapolsek adalah edukasi perlindungan diri dan kesadaran mengenai batasan tubuh.

Dengan bahasa yang disesuaikan untuk usia sekolah dasar, para pelajar diberikan pemahaman mengenai bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh atau dilihat orang lain tanpa alasan yang sah.

Mereka juga diajarkan untuk berani mengatakan tidak apabila ada orang yang mencoba melakukan tindakan yang membuat mereka merasa takut atau tidak nyaman.

AKP Indrie turut mengingatkan anak-anak agar berhati-hati terhadap pemberian barang, uang, makanan, maupun ajakan dari orang yang tidak dikenal, terutama apabila disertai paksaan atau permintaan untuk pergi ke suatu tempat.

Para pelajar diminta segera mencari pertolongan serta menceritakan kejadian yang membuat mereka takut kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya.

Pesan tersebut bertujuan membangun keberanian anak dalam menjaga keselamatan diri sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anak berhak merasa aman dan dihormati.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari menjelaskan, program Polisi Peduli Pendidikan merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap keselamatan dan pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, edukasi sejak usia dini penting agar anak-anak memahami perilaku yang aman, mampu mengenali situasi berisiko, serta berani meminta pertolongan ketika menghadapi persoalan.

Melalui pendekatan yang humanis, kepolisian ingin membangun kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus menghadirkan rasa aman bagi para pelajar.

AKP Indrie berharap komunikasi antara guru, orang tua, pelajar, dan kepolisian terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak serta bebas dari kekerasan dan perundungan.

Program POLIDIK juga menjadi bagian dari semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap pendidikan, keselamatan, dan masa depan generasi penerus.

Melalui kegiatan tersebut, Kapolsek Indramayu berharap para pelajar SDN 2 Karanganyar semakin memahami pentingnya menjaga diri, menghormati teman, serta berani berbicara apabila mengalami tindakan yang membuat mereka tidak nyaman.

Sebab, setiap anak berhak tumbuh, bermain, dan belajar dengan rasa aman, tanpa ketakutan terhadap kekerasan maupun perundungan.

Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110 apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *