AWASJATIM.COM, KEDIRI – Menyambut tahun ajaran baru, SMPN 3 Wates Kabupaten Kediri terus mematangkan berbagai program dan strategi pembelajaran. Persiapan tidak hanya dilakukan dari sisi administrasi, tetapi juga melalui penguatan kompetensi pendidik, evaluasi program, serta membangun komitmen bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Workshop Persiapan Menyambut Tahun Ajaran Baru yang diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 3 Wates Kabupaten Kediri. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya, sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tahun ajaran yang baru.
Workshop menghadirkan Dodik, M.Pd. dan Kepala SMPN 3 Wates, Widyanti Nugraheni, M.Pd. sebagai pemateri. Dalam kesempatan tersebut, Widyanti Nugraheni, M.Pd. menekankan bahwa persiapan tahun ajaran baru harus dilakukan secara serius, terencana, dan melibatkan seluruh unsur sekolah. Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya menyiapkan perangkat pembelajaran, tetapi juga harus memastikan setiap program benar-benar memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.
“Tahun ajaran baru harus kita sambut dengan kesiapan dan semangat baru. Yang kita siapkan bukan hanya perangkat administrasi, tetapi bagaimana pembelajaran ke depan benar-benar mampu menjawab kebutuhan peserta didik,” ujar Widyanti, Senin (21/9/2026).
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh warga sekolah. Menurut Widyanti, keberhasilan sebuah program sekolah tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah harus memiliki visi dan komitmen yang sama.
“Kita ingin membangun budaya kerja yang kolaboratif. Setiap guru memiliki peran strategis dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Karena itu, mari kita saling menguatkan, berbagi praktik baik, dan terus melakukan refleksi terhadap apa yang sudah kita lakukan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Widyanti menyoroti pentingnya penguatan literasi dan numerasi yang tidak hanya ditempatkan dalam pembelajaran intrakurikuler, tetapi juga diintegrasikan melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Menurutnya, literasi dan numerasi merupakan kemampuan dasar yang perlu dikembangkan secara konsisten melalui berbagai aktivitas peserta didik.
“Literasi dan numerasi bukan hanya tanggung jawab satu mata pelajaran. Keduanya harus menjadi budaya yang hadir dalam berbagai kegiatan di sekolah, baik intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler. Dengan demikian, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih utuh,” jelas Widyanti.
Selain penguatan literasi dan numerasi, workshop juga membahas penyusunan perangkat ajar berdasarkan hasil telaah. Para pendidik diajak untuk memastikan perangkat pembelajaran yang disusun tidak sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Dalam arahannya, Widyanti juga mengajak seluruh guru untuk tidak berhenti pada rutinitas, tetapi terus melakukan inovasi dan refleksi.
“Kita harus terus belajar dan berkembang. Apa yang sudah baik kita pertahankan, sementara yang masih perlu diperbaiki harus kita benahi bersama. Jangan takut mencoba hal baru selama tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan layanan terbaik kepada peserta didik,” ungkapnya.
Workshop berlangsung dalam suasana penuh semangat, terbuka, dan kolaboratif. Para peserta mendapatkan ruang untuk berdiskusi, bertukar gagasan, melakukan evaluasi, serta menyusun berbagai strategi yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru.
Melalui kegiatan ini, SMPN 3 Wates Kabupaten Kediri semakin memantapkan langkah untuk menyambut peserta didik dengan kesiapan yang lebih baik. Semangat kolaborasi, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan menjadi modal penting dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas dan berpihak pada perkembangan peserta didik.





