SORONG PBD, BUSERJATIM.COM GROUP – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sorong memastikan pelayanan transportasi laut bagi masyarakat Papua Barat Daya tetap berjalan dengan mengacu pada jadwal pelayaran dan ketentuan keselamatan kapal sepanjang Oktober 2026.
Kepala Kantor Cabang Pelni Sorong, Jhoni Rachman, mengatakan bahwa masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan kapal Pelni dapat menyesuaikan rencana keberangkatan dengan jadwal kapal yang telah ditetapkan perusahaan, Senin (05/10/2026).
Hal tersebut disampaikan Jhoni saat ditemui awak media di Kantor Pelni Cabang Sorong, Sekaligus memberikan penjelasan mengenai mekanisme penjualan tiket, termasuk tiket nonset yang sebelumnya menjadi perhatian di tengah masyarakat.
Menurut Jhoni, penjualan tiket nonset tidak dilakukan secara bebas oleh kantor cabang. Karena ketersediaan tiket tersebut menyesuaikan kebutuhan penumpang dari daerah asal serta tetap membutuhkan persetujuan dari kantor Pelni pusat.
Ia menegaskan, jumlah tiket yang dapat dijual tetap mengacu pada kapasitas keselamatan masing-masing kapal. Perhitungan kuota tidak hanya mempertimbangkan penumpang yang naik dari Pelabuhan Sorong, tetapi juga penumpang lanjutan yang telah berada dalam perjalanan kapal.
“Jadi kami tidak bisa menjual tiket nonset sembarangan. Semuanya tetap mengikuti ketentuan dan kapasitas keselamatan kapal,” jelas Jhoni.
Pembatasan tersebut, lanjut jhoni, menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pelayaran. Batas maksimal penjualan tiket mengikuti jumlah penumpang yang tercantum dalam sertifikat keselamatan masing-masing kapal penumpang.
Dengan demikian, jumlah tiket yang tersedia pada setiap keberangkatan dapat berbeda, bergantung pada kondisi penumpang, rute pelayaran, serta kapasitas yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan keselamatan.
Selain pengaturan tiket, aspek keamanan di kawasan pelabuhan juga menjadi perhatian. Akses keluar-masuk pelabuhan turut mendapatkan pengamanan dengan melibatkan personel TNI Angkatan Laut, Kepolisian, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Petugas ditempatkan pada akses masuk pelabuhan untuk memastikan penumpang yang memasuki area keberangkatan telah memenuhi ketentuan perjalanan. Pengawasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan proses keberangkatan yang tertib dan aman.
Di sisi lain, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong juga terus melakukan pengawasan terhadap aspek keselamatan kapal penumpang sebelum kapal melakukan pelayaran.
Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi, Pelni juga mengarahkan calon penumpang memanfaatkan layanan digital resmi. Informasi mengenai jadwal keberangkatan, ketersediaan tiket hingga harga tiket dapat dipantau melalui aplikasi Pelni Mobile.
Jhoni mengatakan perkembangan layanan digital diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mudah dalam mempersiapkan perjalanan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembelian tiket secara langsung di loket.
Selain Pelni Mobile, masyarakat juga dapat memanfaatkan sejumlah kanal pembayaran dan layanan digital yang telah tersedia, di antaranya Livin, BRImo, BNI wondr, DANA, serta MyTelkomsel.
Meski demikian, layanan penjualan tiket melalui loket Kantor Cabang Pelni Sorong masih tetap tersedia bagi masyarakat. Namun, transaksi melalui loket saat ini dibatasi dibandingkan sebelumnya karena perusahaan terus mendorong penggunaan kanal digital resmi.
“Kami mengimbau kepada seluruh calon penumpang agar dapat membeli tiket melalui kanal resmi yang sudah disediakan. Kalau memang sudah mengetahui rencana perjalanan, sebaiknya tiket dibeli lebih awal,” ujar Jhoni.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi calon penumpang tidak memperoleh tiket ketika kuota pada jadwal tertentu telah terpenuhi. Masyarakat juga diminta tidak menunggu hingga mendekati hari keberangkatan untuk melakukan pembelian tiket.
Selama Oktober 2026, Pelni Cabang Sorong mengoperasikan tujuh kapal penumpang yang melayani kebutuhan mobilitas masyarakat melalui sejumlah rute pelayaran. Armada tersebut terdiri dari KM Dorolonda, KM Dobonsolo, KM Ciremai, KM Sinabung, KM Gunung Dempo, KM Tatamailau, dan KM Sirimau.
Kehadiran tujuh armada tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung konektivitas di Papua Barat Daya dengan wilayah lain melalui transportasi laut. Jadwal masing-masing kapal tetap mengikuti penetapan dan ketentuan operasional perusahaan.
Jhoni juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memperoleh tiket perjalanan. Calon penumpang diminta membeli tiket hanya melalui loket resmi Pelni atau kanal digital yang telah ditetapkan perusahaan.
Masyarakat juga diminta menghindari penggunaan jasa calo yang menawarkan tiket di luar mekanisme resmi. Jika menemukan adanya praktik penjualan tiket melalui calo, calon penumpang diimbau segera melaporkan kepada petugas Pelni di daerah asal atau pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti.
Menurut Jhoni, penggunaan kanal resmi bukan hanya berkaitan dengan kepastian tiket, tetapi juga memberikan perlindungan kepada penumpang karena data perjalanan tercatat dalam sistem perusahaan.
Pelni Cabang Sorong berharap para penumpang yang hendak berangkat agar dapat merencanakan perjalanan secara lebih tertib dengan memperhatikan jadwal kapal, ketersediaan kuota, serta ketentuan keselamatan yang berlaku.
Dengan pengaturan kapasitas penumpang, pengawasan keselamatan kapal, pengamanan akses pelabuhan, serta pemanfaatan layanan digital, pelayanan angkutan laut Pelni di Sorong selama Oktober 2026 diharapkan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai ketentuan.
Kami juga menghimbau kepada para penumpang yang mendapat tiket nonset, agar segera melapor kepada petugas kapal serta dapat mengikuti aturan yang ada di kapal agar bisa mendapatkan matras yang telah di sediakan di atas kapal tersebut sesuai nama yang tertera di tiketnya.
Terkait penumpang yang tidur di lorong atau di bawah tangga, kami dari Pelni sudah menyiapkan tempat tidur, namun kadang keinginan penumpang sendiri yang ingin di lorong atau di bawah tangga agar lebih nyaman dan bukan kesalahan Pelni atau petugas di kapal, ucap salah seorang penumpang, “tutupnya”.
(Tim/Red)





