Tulungagung – Awasjatim.com- Sebagai wujud komitmen nyata dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, adil, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, RSUD dr. Iskak Tulungagung mengadakan Pelatihan/In House Training Bahasa Isyarat Dasar. Kegiatan yang ditujukan bagi petugas medis dan non-medis ini berlangsung di Gedung Sabha Husada Bhakti, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, pada Selasa (02/06/2026).
Pelatihan strategi ini diselenggarakan sebagai langkah responsif rumah sakit untuk mengikis hambatan komunikasi yang sering dihadapi pasien penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu, saat mengakses layanan kesehatan. Melalui pembekalan ini, diharapkan seluruh garda depan pelayanan RSUD dr. Iskak dapat berkomunikasi secara efektif, komprehensif, dan selalu terfokus pada kebutuhan pasien.
Dalam Segalanya, Plt. Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr. Iskak Tulungagung, Sujianto, S.Kep., Ners., MMRS., menegaskan bahwa komunikasi prima merupakan pilar utama dalam mutu pelayanan kesehatan. Menurutnya, keberhasilan tindakan medis tidak hanya ditentukan oleh kejujuran klinis, melainkan juga dari kemampuan interpersonal dalam memahami informasi yang disampaikan oleh pasien.
“Kesinambungan antara pemberi dan penerima informasi adalah landasan utama dari pelayanan kesehatan yang komprehensif dan paripurna. Seluruh keluhan yang dirasakan pasien harus dapat disampaikan secara utuh tanpa kecuali, termasuk bagi saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan pendengaran,” ujar Sujianto.
Dalam pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli, yaitu Kustinah, S.Pd., yang merupakan guru senior di SLB B Negeri Tulungagung. Dengan pengalaman panjang mendampingi siswa berkebutuhan khusus, Kustinah memaparkan materi secara sistematis, aplikatif, dan mudah dipahami oleh para peserta.
Pada sesi pelatihan, peserta tidak hanya dibekali teori kebahasaan, tetapi juga diperkenalkan pada dua sistem bahasa isyarat yang berlaku di Indonesia, yaitu SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) dan BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia).
Pemahaman mendalam terhadap kedua sistem ini dinilai krusial agar tenaga kesehatan mampu menyesuaikan pendekatan komunikasi sesuai dengan kenyamanan dan kebutuhan unik masing-masing pasien.
Guna memastikan penyerapan materi yang optimal, pelatihan dikemas secara interaktif. Para peserta diajak menanamkan langsung ragam bahasa dan kalimat dasar yang lazim digunakan dalam alur pelayanan rumah sakit.
Mulai dari aspek Hospitalitas seperti menyapa pasien, menanyakan identitas, menggali keluhan penyakit, hingga memberikan arahan medis selama proses pemeriksaan berlangsung.
Antusiasme peserta semakin memuncak saat memasuki sesi simulasi langsung. RSUD dr. Iskak menghadirkan salah satu siswa dari SLB B Negeri Tulungagung untuk berinteraksi langsung dengan para petugas rumah sakit.
Melalui metode roleplay ini, para peserta dapat menguji kepekaan mereka secara nyata sekaligus memahami secara empati tantangan komunikasi yang dihadapi pasien penyandang disabilitas.
Melalui momentum pelatihan ini, manajemen RSUD dr. Iskak berharap seluruh jajaran staf dapat menginternalisasi etika, cara berinteraksi, serta karakteristik pasien penyandang disabilitas dengan tepat.
Ketika komunikasi dua arah dapat berjalan dengan harmonis, maka setiap keluhan dan kebutuhan pasien dapat ditangkap secara presisi oleh tenaga medis demi meminimalkan risiko salah penanganan.
RSUD dr. Iskak berkomitmen penuh untuk terus berinovasi menciptakan fasilitas lingkungan pelayanan publik yang ramah disabilitas, memastikan setiap individu tanpa kecuali mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang optimal dan kemampuan.





