Jembatan Garuda di Desa Pasirayu Mulai Dibangun, Bupati dan Dandim Majalengka Tegaskan Negara Hadir untuk Rakyat

Majalengka – Pembangunan Jembatan Garuda Kodim 0617/Majalengka resmi dimulai melalui peletakan batu pertama di Blok Pasir, Desa Pasirayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Negara Hadir untuk Rakyat” dan dihadiri Bupati Majalengka Eman Suherman, Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto, bersama unsur Forkopimda Kabupaten Majalengka serta Forkopimcam Kecamatan Sindang.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Didi Supriyadi, Kajari Majalengka Regie Komara Kepala Dinas PUTR Agus Permana, Kadis BPMD Abdul Azid, anggota DPRD Majalengka Fraksi PDIP Sahidi, Camat Sindang Anih Rehnawati, para Pasi dan Danramil jajaran Kodim 0617/Majalengka, para kepala desa se-Kecamatan Sindang, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta pelajar SLTA.

Dalam sambutannya, Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya warga di wilayah pelosok.

“Jembatan ini dibangun atas kebutuhan masyarakat. Kedatangan kami adalah mewakili negara untuk melaksanakan program pemerintah berupa pembangunan Jembatan Garuda dan pompa air bersih,” ujar Dandim.

Menurutnya, di Kabupaten Majalengka saat ini telah terdapat empat titik Jembatan Garuda yang telah selesai dibangun. Pembangunan jembatan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Ia mencontohkan, di Desa Garawastu atau Jembatan Cipari nantinya akan dibangun jembatan dengan konstruksi WF sepanjang 24 meter, dilengkapi akses pendukung berupa jalan beton.

Dandim berharap keberadaan jembatan tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga dan antardesa.

“Yang terpenting bagi anak-anak sekolah, jembatan ini menjadi akses agar mereka bisa lebih cepat sampai ke sekolah,” katanya.

Ia menegaskan, TNI AD menjadi salah satu representasi negara dalam menyampaikan dan membantu merealisasikan program pemerintah melalui pembangunan jembatan di wilayah pelosok serta penyediaan sumur bor bagi daerah yang mengalami kekurangan air bersih.

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman, menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0617/Majalengka yang dinilai cepat merespons kebutuhan masyarakat.

Bupati juga mengapresiasi Dandim 0617/Majalengka yang terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam membangun daerah.

“Kami datang ke sini menuju lokasi pembangunan jembatan menggunakan kendaraan roda dua dengan tujuan bisa melihat langsung keadaan jalan di tingkat pedesaan,” kata Bupati Eman.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Dengan akses yang semakin lancar, masyarakat akan lebih mudah membawa dan memasarkan berbagai produk pertanian.

“Dengan akses jalan yang lancar maka perekonomian desa akan tumbuh karena masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam membawa produk pertanian,” ujarnya.

Bupati Eman juga mengajak masyarakat untuk mendukung serta membantu kelancaran proses pembangunan Jembatan Garuda karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Terkait akses menuju Desa Garawastu, Bupati menjelaskan masih terdapat kebutuhan pembukaan jalan yang melintasi lahan masyarakat. Karena itu, diperlukan keikhlasan para pemilik lahan untuk mendukung pembebasan lahan melalui mekanisme ganti rugi.

“Kerja sama ini menjadi penyemangat Pemerintah Daerah Majalengka untuk terus bersinergi dengan stakeholder lainnya,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Majalengka secara resmi menyatakan pembangunan Jembatan Garuda tersebut dimulai.

“Pada hari ini pembangunan Jembatan Garuda saya nyatakan dimulai pembangunannya,” tegasnya.

Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Pasirayu diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses masyarakat sekaligus membuka konektivitas antarwilayah, mendukung aktivitas pendidikan, pertanian, sosial dan perekonomian warga.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan Kabupaten Majalengka. (Pendim_0617)

Pos terkait