SORONG PBD, BUSERJATIM.COM GROUP— Kehadiran infrastruktur dasar kembali membawa harapan baru bagi masyarakat di wilayah Kota Sorong. Jembatan Merah Putih Presisi yang membentang di atas Kali Klatifi dan menghubungkan Kampung Klatifi dengan Kampung Salak, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, resmi diresmikan secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026).
Peresmian yang berlangsung mulai pukul 12.01 WIT tersebut dipantau langsung dari wilayah Kampung Klatifi dan diikuti sekitar 50 orang. Kegiatan ini menjadi bagian dari peresmian serentak Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Indonesia yang dibangun untuk memperkuat konektivitas masyarakat, terutama kawasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Dandim 1802/Sorong Letkol Inf. Nehemia Urim Perdana, S.I.P., Danramil 1802-02/Sorong Barat Kapten Inf Harfin, PasiTer Dim 1802/Sorong Kapten Ckm Rikhardus. S, Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Frenkie Son, S.H., M.M., M.H., Kapolsek Sorong Barat Akp. Fernanndo Sipayung, para lurah serta tokoh masyarakat dan warga Kampung Klatifi.
Dalam sambutannya melalui sambungan virtual, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Jembatan tidak hanya dipandang sebagai sarana penghubung wilayah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, tempat ibadah maupun pusat-pusat kegiatan ekonomi.
Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang dilaksanakan melalui semangat gotong royong dan kolaborasi. Program tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, yayasan, relawan, tenaga teknis hingga masyarakat.
Secara nasional, sebanyak 3.395 Jembatan Merah Putih Presisi telah dibangun dan tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Keberadaan jembatan-jembatan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses yang lebih aman, layak dan mudah dijangkau.
Di Sorong, jembatan yang melintasi Kali Klatifi memiliki arti strategis bagi warga karena menjadi jalur penghubung Kampung Klatifi dan Kampung Salak sekaligus membuka akses yang lebih mudah menuju kawasan Kota Sorong. Dengan tersedianya jembatan tersebut, mobilitas warga diharapkan semakin lancar, terutama bagi anak-anak yang menuju sekolah, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan serta warga yang menjalankan aktivitas perdagangan dan perekonomian.
Selain jembatan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penguatan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat melalui pembangunan fasilitas sumur bor. Kehadiran sumber air tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas kehidupan warga di sekitar lokasi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi video call dan dialog secara daring sebelum memasuki agenda foto bersama. Usai pelaksanaan peresmian, Dandim 1802/Sorong Letkol Inf. Nehemia Urim Perdana, S.I.P., mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga serta merawat jembatan yang telah dibangun.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut merupakan fasilitas bersama yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, pemeliharaan dan kepedulian warga menjadi kunci agar infrastruktur dapat terus digunakan dengan baik dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Program Jembatan Merah Putih Presisi sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah masyarakat dapat dilakukan melalui kerja bersama lintas sektor. Bagi warga Kampung Klatifi dan Kampung Salak, hadirnya jembatan baru bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi pintu yang memperpendek jarak, memperlancar aktivitas sehari-hari dan membuka peluang ekonomi baru.
Dengan semakin terbukanya akses antarkampung, masyarakat diharapkan dapat merasakan pelayanan dasar yang lebih mudah serta memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan aktivitas sosial dan ekonomi. Kehadiran jembatan dan fasilitas sumur bor di wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
(TK)





