Majalengka– Suasana khidmat menyelimuti lapangan apel Kodim 0617/Majalengka, Senin (1/6/2026). Bertempat di Jalan KH Abdul Halim No.403, Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka, satuan TNI AD ini menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026.
Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) adalah Kasdim Kodim 0617/Majalengka, Mayor Inf Sugiyanto. Ia membacakan amanat tertulis dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) di hadapan seluruh personel dan peserta upacara.
Upacara berlangsung tertib dengan susunan petugas: Komandan Upacara Kapten Inf Subagiyo, Perwira Urusan Personel (Paup) Kapten Cba Cucun, serta pembaca naskah Pembukaan UUD 1945 Serda Sugandi.
Dalam amanatnya yang dibacakan Irup, Kasad menegaskan bahwa peringatan 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan. “Lebih dari sekedar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Mayor Sugiyanto membacakan sambutan.
Tema yang diusung tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Kasad menyebut tema ini sebagai pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban untuk perdamaian dunia yang abadi.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan,” tegas amanat tersebut.
Kasad juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Ia mencontohkan kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB sebagai pengejawantahan sila kedua.
Secara khusus, ia menitipkan pesan kepada para menteri dan kepala daerah. “Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” ujar amanat Kasad.
Tak lupa, generasi muda sebagai penjaga masa depan diminta menjadikan Pancasila sebagai living ideology (ideologi yang hidup). “Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” pesannya.
Di akhir amanat, Kasad mengajak seluruh elemen bangsa untuk melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme. “Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” tutupnya. (Pendim_0617)





